Puisi Karya Ibrohim Elhaq

0
1319
Puisi Karya Ibrohim Elhaq

Puisi Karya Ibrohim Elhaq – Ibrohim Elhaq memang masih muda, umurnya baru saja menginjak kepala dua atau biasa disebut 20 tahun. Boim sapaan biasanya dalam kehidupan sehari-hari, sudah bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz selama 2 tahun saja.

Waktu tersebut tergolong sangatlah cepat, karena rata-rata orang lain yang ada di Indonesia terutama susah sekali dalam waktu singkat tersebut. Nah, selain itu boim juga jago dalam membuat puisi, berikut puisi boim yang berjudul “Kamu”.

Kamu

Kamu, aku belum tau pasti siapa kamu yg akan bersama ku kelak,
Tapi tetap saja hatiku menginginkan sesosok kamu yg nyantol di hatiku.
Kamu tahu tidak? Langit itu indah sekali bukan? Coba kau pandang ke atas, bintang2 itu, kerlap kerlipnya, meneduhkan hati, sering aku berbicara dengannya.
Tapi kamu tahu tidak? Langit di sini masih berantakan, dan aku masih bersabar, menanti waktu yang pas untuk mengungkapkan rasa ini, menjadikan mu sosok yang bisa merapikan bintang2 di langit itu, maksudku langit hati ku :).
Kamu pasti mau kan? Entah kamu yang mana yang bersedia,.
Tapi ada sosok kamu yang aku harapkan dan sering ku sebut dalam do’aku, tapi terkadang aku takut, jikalau ternyata bukan kamu orangnya, aku takut, sakit hati lagi. Maka harapan aku ke kamu tidak menggebu, akan tetapi namamu selalu ada dalam do’aku,.
Maaf aku tidak akan menyapamu sekarang, belum menobatkanmu sebagai bidadari yang sedia menyusun bintang2 di langit itu, aku masih bersabar menunggu waktu yang pas… untuk datang langsung mempersuntingmu, bukan untuk hanya berkenalan denganmu, dan memberi harapan2 palsu,.
Aku ingin menjadi sosok terakhir dan selamanya untukmu, bukan menjadi sosok yang memberi beribu janji di awal, dan kamu dan sosok itu sudah menyepakati janji itu, akan tetapi sosok itu menelantarkan janji itu, tak terurus.
Aku tak mau seperti itu,.
Kamu tahu, aku selalu merindukanmu,. Tapi kamu belum halal untuk aku jadikan peilpur rindu, makanya tadi aku bilang langit di hatiku masih kacau balau, itu karna belum ada sosok kamu yang bersinar di langit itu,. Aku masih bersabar menunggu waktu yang pas. Aku harap kamu juga bersabar menunggu ku, dan jangan percaya pada sosok yang ku sebutkan tadi, yang memberi janji, padahal belum tau apakah kamu jodohnya kelak.
Aku memilih berdiam, karna aku juga belum tahu apakah kamu jodohku kelak, tapi do’aku selalu ada namamu di sana, semoga terkabul :).
I love you… bersabarlah.
Untuk sosok yang aku maksud, aku mengharapkan pertemuan kita, untuk menghalalkan mu.
Surat yang aku tak tahu sampai atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here